Sangat disayangkan munculnya persepsi masyarakat umumnya diperkotaan bagi mereka yang tinggal disekitar daerah yang berdekatan dengan ajalur air seperti sungai, kali, danau dan sebagainya. Di Jakarta yang biasa langganan banjir setiap tahunnya, ternyata sebagian masyarakat yang tidak mempunyai kesadaran akan kebersihan terutama buang sampah, hanya mengatakan buang sampah kekali memang lumrah dan kebiasaan, dengan alasan yang sedikit logis katanya tidak ada petugas yang mengambil sampah. Wah..kalau ungkapan ini sampai didengar tukang pungut sampah..bisa jadi di lambrak habis-habisan. Rasanya mereka memang tidak bisa menghargai petugas sampah yang ada di daerah sekitarnya. Sungguh sangat menyakitkan buat mereka yang sudah susah payah menjaga kebersihan denga pendapatan yang kecil jauh dari kesan mewah, bahkan anak dan keluarganya makan seadanya.
Kalau saja separuh orang jakarta berfikir bahwa semua sampah merupakan urusan petugas sampah..apa jadinya nanti. bukankah apa yang kita dapatkan, baik bencana atupun berkah adalah hasil dari kita menghargai diri kita dan orang lain. Coba anda lihat tumpukan sampah di sepanjang kali, wih…gak kebayang kalau terus ditambah buangan sampah setiap hari. Buat anda yang masih buang sampah sembarangan, coba robah kebiasaan anda, karena semua akan kembali kepada anda dan mungkin berdampak negatif buat orang lain. Jadikan diri anda pioner kebersihan minimal didalam keluarga anda. Bukan mustahil 10 atau 20 tahun lagi jakarta tenggelam…
Oleh: abdurahmanadung | November 7, 2007
pioner kebersihan
Ditulis dalam OPINION
Oleh: abdurahmanadung | November 6, 2007
Salam
salam pertamaku ini bukan yang terakhir. Terasa mungkin buat saya seperti sumur kehidupan yang kering pengetahuan, yang harus menimba ilmu dari orang lain. teruntuk para blogger dan rekanku izinkan aku untuk menimba ilmumu. terima kasih
Ditulis dalam Tidak terkategori